Tugas Softskill Bahasa Inggris 3

TASK 3 : Placing Order Semi Block Style

 

 

Nama: Rahayu Sri

Npm  : 15209853

Kelas  : 4EA13

 

PLACING ORDERS

 

BANDUNG CONTINENTAL HOTEL

Jln. Papandayan No 14

BANDUNG 20001

 

Your ref : RS/LG/14F

Our ref   :  WS/NC/2B

 

Mrs. Rahayu Sri

Marketing Manager

Internasional Garment

Corporation of Indonesia

Jln. Panglima Polem Raya 21

SURABAYA 10012

 

Dear Mrs. Rahayu Sri

 

Subject : Purchase order No. 326T

We have received your quotation of 4 april 2013 and as the prices quoted in your letter are satisfactory please arreange to delivery the following  goods as quickly as possible.

The goods that we order are as follow :

  1. Towels
  2. Blankets
  3. bed – covers
  4. napkins
  5. carpets

order form enclosed.

We shall pay for the goods by banker’s transfer 30 days from  receiving the goods the date of delivery.

We would grateful for your prompt delivery as the goods are urgently needed.

Yours Sincerely,

Rahayu Sri          Marketing Manager

 

End :1

 

 

 

CONFIRMATION OF ORDER 

BANDUNG CONTINENTAL HOTEL

Jln. Papandayan No 14

BANDUNG 20001

 

Order Form

 

Date: 2 May, 2013

To:       Internasional Garment

Corporation Of Indonesia

Jln. Panglima polem Raya No 21

SURABAYA 10012

 

 

 

Purchase Order: No. 326T

 

No

Items

Number of Item

Catalogue Number

Price per Unit (Rp)

Total Price (Rp)

1

Towel

300

245 M

25,000.00

7500000

2

Blanket

200

176 T

30,000.00

6000000

3

Bed-cover

100

370 S

50,000.00

5000000

4

Napkin

300

192 R

8,000.00

2400000

5

Carpet

30

087 P

300,000.00

9000000

       

Total Value

29900000

Walter D.Spencer

Purchase Manager

 

 

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

CAMBRIDGE ELECTRONIC CORPORATION

231 Blackmore Street

New York, N.Y. 20011 USA

 

Ref  :  JS/LL/12B

17th April, 2013

 

Messrs. Jhonson Smith & Carlton Ltd

Managing Director

16 Fifth Avenue Street

Los Angeles, USA

 

Dear Sirs,

We have to remind you that your account for televisions ordered on 12 February has not yet been paid. Discount cannot now be allowed.

You will remember that we went to some trouble to meet your delivery date, and we are sure that you would not wish to inconvenience us by delaying your payment

A copy of the statement is enclosed, and we shall be glad to receive your cheque by return.

 

Your faithfully,

 

 

Rahayu Sri

Managing Director.

Dampak dari pergaulan bebas

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

 

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

 

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

 

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

 

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

 

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.

 

Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.

 

Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.

 

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

 

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).

 

Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;

 

Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.

 

Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

 

Risiko Aborsi

Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.

 

Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.

 

Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;

– Kematian mendadak karena pendarahan hebat.

– Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.

– Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.

– Rahim yang sobek (Uterine Perforation).

– Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

– Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),

– Kanker indung telur (Ovarian Cancer).

– Kanker leher rahim (Cervical Cancer).

– Kanker hati (Liver Cancer).

– Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

– Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).

– Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).

– Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Tugas 2 etika bisnis

Halaman ini berisi tugas tentang bagaimana si penulis (saya) diumpamakan sebagai Manager dari sebuah band yang mempunyai dua album dan sudah masuk dalam chart musik nasional, Sebagai manajer: bagaimana saya harus mengembangkan karier band ini dengan tidak melanggar etika bermusik dan etika lainnya?

  1. Analisis video clip Watch “platinoem.mp4″ on YouTube
  2. Analisis video clip Watch “Platinoem Biarkanlah” on YouTube
  3. Analisis video clip Watch “PLATINOEM_the winner.mp4″ on YouTube

Dari analisis diatas diambil kesimpulan bahwa banyak sekali nilai-nilai etika yang perlu dicermati dalam bermusik, khususnya sebuah band. Dan yang saya dapat adalah sebagai berikut:

  1. Etika “penggunaan lagu orang lain” oleh band yang seharusnya membutuhkan izin si-pencipta lagu dan memberikan royalti kepadanya. Namun karena di sini Mas Yovie Widianto sudah menghandle Platinoem dan menggandeng mereka dalam Yovie Widianto Music Factory, maka hal tersebut tidak menjadi permasalahan lagi.
  2. Etika penggunaan lirik “cumbu” dalam video yang kedua dapat mempengaruhi paradigma si pendengar lagu dari segi etika, dan secara tidak langsung berdampak pada si pendengar. Solusi menurut saya adalah: mengganti lirik “cumbu” dengan “rindu” itu lebih halus dan mengena dalam jiwa jika di dengarkan dalam lagu tersebut.
  3. Etika perombakan atau pergantian keluar masuk personil band serta perpindahan label band, ini adalah suatu hal yang sering terjadi dalam band. Solusi: patuhi aturan dan kontrak yang telah disepakati baik individu personil band juga label band itu sendiri agar tidak terjadi kesalahpahaman bahkan masalah yang berlarut-larut.

Dan jika saya diperhadapkan menjadi Manajer band ini, maka saya akan melakukan hal seperti dibawah ini

  1. Memotivasi band ini untuk membuat single dengan konsep “Negara dibangun oleh anak muda” karena dengan single, maka nama Band akan semakin dikenal. Di Indonesia khususnya ada 300.000 yang mendengarkan Ring Back Tone (RBT) tentunya yang tidak melanggar etika bermusik dengan membuat single ciptaan band itu sendiri.
  2. Strategi Promosi dan Publikasi: Karena Platinoem ini terdiri dari anak-anak kuliahan, maka akan menetapkan promosi dan publikasi pada pasar anak kuliah terlebih dahulu untukmenciptakan Brand Image tersendiri dari band Platinoem ini.
  3. Lebih langsung terjun ke lapangan seperti acara Dasyat, Inbox, Tour Luar Kota namun secara Live untuk menjaga eksistensi dan mempertahankan kualitas bermusik dengan tidak lip-syncsaat perform.
  4. Pada event-event hari pahlawan, sumpah pemuda dan hari-hari khusus pemuda, Band akan sering perform karena ada lagu yang berkaitan dengan event tersebut untuk melekatkan Citra dan Karakteristik Band Platinoem di hati para pendengar dan fans.

Hal diatas tidak melanggar etika bermusik dan etika lainnya, serta dapat meningkatkan popularitas, ketertarikan para pendengar musik, penambahan jam terbang band, membuat band ini eksis.

Tugas Softskill Etika Bisnis 2

  1. Sebutkan secara jelas pengertian dari etika dan moralitas
  2. Sebutkanlah macam-macam norma dan sebutkan pula pengertiannya masing-masing secara lengkap
  3. Terangkan secara lengkap mengenai “teori etika”
  4. Secara umum etika dibagi menjadi, dan jelaskan secara rinci
  5. Jelaskan mengenai mitos bisnis amoral
  6. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip etika bisnis
  7. Sebutkan dan jelaskan mengenai kelompok stakeholdes
  8. Sebutkan kriteria dan prinsip etika utilitarianisme, sebutkan pula nilai positif dan kelemahannya
  9. Sebutkan syarat bagi tanggung jawab moral, status perusahaan, serta argumen yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial perusahaan

 

Jawaban

 

  1. Etika adalah  ilmu kritis yang mempertanyakan dasar rasionalitas sistem-sistem moralitas yang ada

Jenis-jenis Etika:

  • Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat.
  • Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama.
  • Etika adalah etika yang menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat
  • Etika Diskriptif

Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai.

  • Etika Normatif

Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak. Jadi etika ini berbicara tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya

Moralitas adalah sistem nilai mengenai bagaimana manusia harus hidup secara baik sebagai manusia.

 

2.   Norma adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

Macam Norma:

a. Norma Khusus

b. Norma Umum

– Norma Sopan santun

– Norma Hukum

– Norma Moral

Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.

Norma-norma Umum adalah sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Norma Sopan santun/Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.

Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik.

Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

 

3.   Di bawah ini dirumuskan pengertian teori etika oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Drs. O.P. SIMORANGKIR: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Pendapat: Dengan menggunakan pandangan etika yang kita gunakan dapat mengukur seberapa besar etika yang dilaksanakan oleh manusia sehingga dengan adanya pandangan dapat memperoleh nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat: etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Pendapat: apa yang dilakukan oleh manusia selalu berpandangan oleh etika karena semua itu mendasari dalam kita melakukan tingkah laku disesuaikan dengan etika yang berlaku dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

Drs. H. Burhanudin Salam: etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Pendapat: dengan berbicara nilai dan norma moral member manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Merupakan pegangan bagi manusia dalam mengatur tingkah lakunya dengan baik dan benar.

Menurut Martin (1993): etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standard yang mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya.

Pendapat: sangat baik. Karena dengan menggunakan etika kita dapat mengetahui batasan-batasan pergaulan yang akibatnya kalau sampai melewati batas akan berakibat buruk pada pergaulan. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Dapat merugikan diri sendiri serta orang laen disekitar kita !!!

Menurut K.Bertens (2000): ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Pendapat: mengetahu salah dan benar adat kebiasan yang kita lakukan. walaupun ada beberapa adat kebiasan yang dipandang oleh manusia kebiasaan yang buruk.

 

4. a. Etika Umum

b. Etika Khusus

Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bgmn manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.

Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yg khusus.

Etika Khusus dibagi menjadi 3:

a. Etika Individual

b. Etika Sosial

c. Etika Lingkungan hidup

•    Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusiaterhadap

dirinya sendiri.

  • Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sbg makhluk sosial dlm interaksinya dg sesamanya.
    Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain. Karena kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi pula kewajibannya terhadap orang lain, dan demikian pula sebaliknya.
  • Etika Lingkungan Hidup, berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sbg kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dlm totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

Etika Lingkungan hidup dapat berupa:

–          Cabang dari etika sosial, sejauh menyangkut hubungan antara manusia

dengan manusia yang berdampak pada lingkungan)

–          Berdiri sendiri, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

 

5.   Mengungkapkan suatu keyakinan bahwa bisnis dan moralitas atau etika tikda ada hubungannya sama sekali. Etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis yang ketat di zaman globalisasi ini. Mitos bisnis amoral yang, antara lain, digagas Richard T. De George, merupakan ungkapan keyakinan bahwa bisnis dan moralitas atau etika tidak punya hubungan sama sekali. Istilah “amoral” itu sendiri pertama-tama perlu dibedakan dengan “immoral”. Amoral berarti tindakan yang tidak punya sangkut paut dengan moralitas. Jadi, bersifat netral. Tindakan yang amoral tidak bisa dinilai dengan menggunakan ukuran moralitas, tidak bisa dinilai salah atau benar, baik atau buruk secara moral. Sedangkan immoral berarti tindakan yang melanggar atau bertentangan dengan moralitas, sehingga jelas-jelas salah dan patut dikutuk.

 

6.   Prinsip-prinsip Etika Bisnis:

1. Prinsip otonomi

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

2. Prinsip Kejujuran

• Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak.
•  Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga

Sebanding.

•  Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

3. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.

4. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan suatu win-win solution.

5. Prinsip Integritas Moral

Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama  baiknya atau nama baik perusahaan.

 

7.   Kelompok stakeholders:

1. Kelompok primer. Pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan. Perusahaan harus menjalin relasi bisnis yang baik dan etis dengan kelompok ini

2. Kelompok sekunder. Pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung, masyarakat.

 

8.   Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme

–   Pertama, MANFAAT

–   Kedua, MANFAAT TERBESAR

–   Ketiga, MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN

ORANG

Nilai Positif Etika Utilitarianisme

•    Pertama, Rasionalitas.

•    Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.

•    Ketiga, Universalitas.

Kelemahan Etika Utilitarisme

•    Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas sehingga dalam kenyataan  praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit

•    Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan

pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dgn akibatnya.

•    Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang

•    Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.

•    Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya

•    Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

 

9.   Syarat bagi Tanggung Jawab Moral

• Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional

• Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya

• Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan

Status Perusahaan

Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics, hlm.153), yaitu:

  • Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya berdasarkan hukum
  • Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif

Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

  • Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
  • Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
  • Biaya Keterlibatan Sosial
  • Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

  • Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
  • Terbatasnya Sumber Daya Alam
  • Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
  • Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
  • Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
  • Keuntungan Jangka Panjang

Sumber: http://begabe.wordpress.com/

Tugas Softskill Etika Bisnis 1

TUGAS ETIKA BISNIS

1.         Apa yang dimaksud etika?
2.         Jelaskan mengenai : etika yang kita lakukan sehari-hari dan etika dalam berbisnis,

serta sebutkan contohnya.
3.         Jelaskan dan berikan contoh mengenai etika teleologi dan etika deontologi

 

Jawaban:

 

1. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macam-macam etika dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

 

2.   Etika dalam menggunakan handphone

Hp atau Handphone adalah perangkat telekomunikasi yang memiliki banyak manfaat dan mudah dalam pengoperasian. Namun untuk mendapatkan sebuah manfaat yang berdapat positif, pengguna harus beretika ketika menggunakan teknologi tersebut dengan cara melihat lingkungan sekitar, seperti :

– Tempat yang sesuai untuk menggunakan handphone, seperti tempat ibadah, gedung  bioskop, ruang kelas dan lain-lain. Jadi pengguna harus mengetahui apakah tempat tersebut akan terganggu ketika pengguna menggunakan handphone.

– Volume suara pengguna ketika melakukan pembicaraan menggunakan handphone. Jadi pengguna harus menggunakan volume suara yang normal ketika melakukan pembicaraan menggunakan handphone agar tidak menarik perhatian dan tidak mengganggu orang-orang yang berada disekitar anda.

– Tema pembicaraan. Ketika pengguna berada ditempat umum, diusahakan untuk tidak melakukan pembicaraan yang bersifat pribadi karena jika dilakukan didekat orang lain, akan membuat orang lain mau tidak mau mendengarkan pembicaraan pribadi pengguna. Jika pembicaraan tersebut harus dilakukan, maka lakukanlah pembicaraan tersebut ketika keluar dari tempat tersebut.

– Waktu ketika menerima panggilan dari handphone. Jika pengguna handphone sedang melakukan perbincangan langsung dengan orang lain, disarankan agar tidak menerima panggilan telepon ketika ditengah perbincangan karena hal tersebut kurang menunjukkan etika dan respek terhadap lawan bicara yang sedang berhadapan langsung kecuali panggilan tersebut sangat penting, jadi pengguna mau tidak mau harus memotong perbincangan tersebut.

– Ketika menerima telepon, pengguna diwajibkan untuk focus kepada lawan bicaranya agar pembicaraan tersebut tidak berujung kearah kesalahpahaman.

– Ketika melakukan wawancara, pertemuan, presentasi, dan ketika melakukan penerbangan, diwajibkan bagi pengguna untuk mematikan handphone tersebut agar kegiatan tersebut tidak terganggu atau handphone tersebut tidak mengalami kerusakan ketika dalam penerbangan.

– Pilihan antara menggunakan sms atau telepon. Hal tersebut harus didasari dari kebutuhan pengguna, jika pengguna membutuhkan respon langsung sebaiknya melakukan telepon langsung. Tetapi jika pengguna merasa respon tersebut tidak dibutuhkan secepatnya sebaiknya pengguna menggunakan sms agar kegiatan yang sedang dilakukan dari kedua pihak tidak terganggu.

 

Etika dalam chatting

Chatting adalah sebuah media komunikasi yang menggunakan hubungan internet. Biasanya chatting hanya dilakukan oleh dua orang saja. Tapi walaupun kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh dua orang saja dan tidak secara langsung, tetap saja pengguna harus menggunakan etika ketika melakukannya, seperti :

– Ketika melakukan chat, pengguna harus jujur dengan lawan chat agar tidak menimbulkan kekecewaan dikemudian hari.

– Jangan melakukan sebuah keisengan (melakukan buzz) karena bisa saja orang yang sedang diisengi sedang sibuk dengan pekerjaan yang ia lakukan.

– Ketika melakukan chat harus bersikap sopan, seperti mengucapkan salam ketika membuka pembicaraan atau tidak menggunakan kata-kata kasar.

– Jika pengguna merasa terganggu dengan salah satu teman chat, pengguna dapat melakukan update status yang berisikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan pengguna yang tidak boleh diganggu.

– Jangan terlalu lama membalah chat yang sudah masuk, karena lawan chat tersebut bisa saja tidak terlalu suka ketika disuruh menunggu.

– Perhatikan huruf-huruf yang digunakan ketika melakukan chat, bisa saja jika pengguna salah menggunakan huruf lawan bisa saja terjadi kesalahpahaman.

– Ketika melakukan chat, diusahakan jangan mebicarakan topic yang berkaitan dengan SARA.

– Jika lawan chat sudah tidak mau chat, pengguna jangan memaksakan kehendak kepada lawan chat untuk chat lebih lama lagi.
3.         Etika Teleologi

Dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :

– Egoisme Etis

– Utilitarianisme

Egoisme Etis

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji

b. Deontologi

Dalam pemahaman teori Deontologi memang terkesan berbeda dengan Utilitarisme. Jika dalam Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensi, maka dalam Deontologi benar-benar melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. ”Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan. Contoh: kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan.

Sumber : http://isnadhillah.blogspot.com/2011/11/tugas-etika-bisnis.html

Tulisan Karangan ilmiah semi ilmiah editorial

Mendesak, Jakarta Butuh Bank Sampah

 

Produksi sampah di Jakarta yang mencapai lebih dari 6.500 ton per hari menuntut penyediaan bank sampah di lingkungan tempat tinggal warga. “Bank sampah diperlukan, tidak saja karena dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah, tetapi sekaligus mendukung program ‘Jakarta Clean and Green’,” kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) DKI Jakarta Tatiek Fauzi Bowo, Ahad (20/5).

Ia mengatakan, “Jakarta Clean and Green”merupakan program untuk memberikan edukasi kepada warga terkait pengelolaan sampah dengan konsep andalan 3R (reduce, reuse dan recycle). “Intinya, bagaimana seharusnya sampah diolah, baik menjadi kompos maupun barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujarnya.

Tatiek Fauzi menunjuk pengolahan sampah yang dilakukan warga RW 01 Susukan-Ciracas, sebagai contoh yang patut ditiru. Sejak 2007, warga Susukan tidak lagi mengandalkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah. Sampah yang ada, oleh warga dikumpulkan melalui bank sampah untuk kemudian dipilah dan didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat.

Setiap pekan, masing-masing RT menyetorkan sampah kering sekitar 30 kilogram. Antara lain terdiri dari jenis koran, kardus dan botol. Seluruh sampah kering ini dijual kepada pengepul dan uang hasil penjualannya masuk ke kas RT masing-masing.

“Kalau pola ini dapat dikembangkan di wilayah lain, niscaya sangat mendukung langkah Pemprov DKI dalam mengurangi volume sampah,” kata Tatiek. Tatiek Fauzi mengalkulasi, jika Pemprov DKI Jakarta berhasil dalam meningkatkan pengolahan sampah terpadu melalui tempat pengolahan sampah terpadu yang disediakan Pemprov maupun pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat maka residu sampah yang dihasilkan bisa berkurang.

“Kalau sampah bisa langsung ditangani di dalam kota, tanpa harus dikirim ke TPA Bantargebang, akan berdampak pada pengurangan beban arus lalu lintas ke Bekasi, di samping menghemat biaya bahan bakar,” katanya.

Seperti diketahui, kegiatan pengolahan sampah untuk mengurangi nilai residu, utamanya dilakukan melalui pengembangan Intermediate Treatment Facility (ITF). Selain itu, juga dengan membangun Sentra 3R di lima wilayah kotamadya, dengan tujuan meningkatkan partisipasi warga dalam melakukan 3R untuk sampah domestik rumah tangga.

Pentingnya keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah inilah yang belakangan terus digerakkan antara lain lewat kegiatan Jakarta Berbagi Bersih (JB Bersih).

“JB Bersih adalah bagian dari rangkaian program Jakarta Berbagi, yang bertujuan menghimpun seluruh potensi pemangku kepentingan DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas manusia dan kualitas hidup di ibu kota,” kata Tatiek.

Diawali dengan kegiatan warga melakukan pembersihan dan penataan lingkungan, JB Bersih selanjutnya diisi dengan sosialisasi pengelolaan sampah antara lain melalui produksi kompos.

 

Sumber    :   Republika

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.