Tulisan ini saya buat agar memberi gambaran kepada masyarakat agar melihat ketahanan kacang kedelai yang sangat kaya gizinya, terutama saya yang mengambil jurusan ekonomi di suatu universitas swasta di Jakarta agar memahami secara rinci system perekonomian maupun perdagangan yang berlaku di indonesia,sebagai contoh kacang kedelai. kedelai merupakan salah satu pangan paling strategis, selain bernilai ekonomi tinggi. Produksi kedelai dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang merupakan alasan dilakukan impor. Ketergantungan impor kedelai sangat mengancam serius ketahanan pangan kita, seperti di rasakan pada saat melonjak harga kedelai di tahun 2008-2009 akibat berkurangnya pasokan kedelai di pasar internasional. Tujuan penulisan makalah ini adalah menyajikan tinjauan kritis masalah kacang kedelai yang ada di Indonesiadalam jumlah yang meningkat sebagai pangan alternatif dengan perannya sebagai kebutuhan pokok. Hasil kajian ini di harapkan agar dapat memberi jalan alternative kebijakan untuk mengatisipasi masalah sehingga kerapuhan ketahanan pangan nasional dapat di hindarkan. Metode penulisan ini saya mengkaji secara rinci agar dapat penulisan ini dapat di terima oleh masyarakat, sumber dari makalah ini bersumber dari surat kabar, media massa lalu saya mengambil ending dari masalah ini.

Indonesia memiliki sumber karbohidrat dan protein yang sangat beragam dan sangat banyak yang dapat dimanfaatkan untuk pangan rakyat. Namun, ketidakseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri menyebabkan ketergantungan yang luar biasa terhadap bahan pangan impor. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan yang merupakan sumber protein seperti tempe, tahu, telur dan susu saat ini berdampak pada meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami gizi buruk. Hal ini merupakan peringatan bagi pemerintah untuk memperhatikan tingkat kecukupan gizi masyarakat. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka dalam jangka panjang akan menghasilkan generasi yang pertumbuhan fisik maupun kecerdasannya buruk. Konsumsi protein hewani yang terdapat dalam susu, daging, telur dan ikan per kapita per tahun rakyat Indonesia perlu segera ditingkatkan karena sangat menentukan kualitas pertumbuhan fisik dan kecerdasan bangsa. Termasuk  Negara kita kedelai merupakan komuditas pangan yang strategis sehinnga upaya untuk berswasembada tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk mendukung agroindustri dan menghemat devisa serta mengurangi ketergantungan terhadap impor,langkah berswasembada harus di tempuh karna ketarguntangan semakin besar terhadap impor yang dapat menjadi musibah terutama jika harga dunia sangat mahal akibat stok menurun, tingkat swasembada ini sendiri belum tercapai karena jumlah kebutuhan masih mencukupi relative lebih besar dibandingkan jumlah produksi Kondisi tersebut diperparah dengan masuknya kedelai impor dari AS yang bebas bea masuk, sehingga kedelai petani semakin terpuruk karena tak mampu bersaing lagi. Dahulu di era tahun 1980-an, pengrajin tempe dan tahu lebih menyukai kedelai lokal. Seiring masuknya kedelai impor lama-kelamaan pengrajin lebih menyukai kedelai impor. Pada tahun 1999, harga kedelai dalam negeri sebesar Rp2.300/kg sementara kedelai dari AS masuk ke Indonesia dengan bea masuk impor nol persen sehingga bisa dijual sebesar Rp1.700/kg. Pada tahun 1992 luas lahan pertanaman kedelai di tanah air mencapai 1,4 juta ha dengan produksi 1,8 juta ton. Namun saat ini hanya 600 ribu ha dengan produksi 600 ribu ton. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri yakni dengan melakukan perluasan lahan pertanaman komoditas pangan tersebut. Khusus untuk kedelai pemerintah harus segera membuat kebijakan-kebijakan yang efektif. Pertama, melakukan intervensi yakni pengelolaan pajak atau bea masuk dan pengelolaan hambatan perdagangan

Ketergantungan terhadap kedelai impor bertambah parah, ketika kedelai lokal juga produksinya berkurang. Indikasinya karena harga di pasaran yang tidak seimbang dengan biaya produksi, pasokan kedelai lokal tidak cukup untuk memenuhi permintaan pengrajin. berkurangnya pasokan kedelai lokal ini sebagai akibat dari menurunnya minat petani menanam kedelai. Petani enggan menanam kedelai karena tidak termotivasi harga. Hanya menjadi tanaman samben sajaKualitas kedelai impor juga lebih baik daripada kedelai lokal. Sewaktu harga impor murah yang diuntungkan adalah pengrajin tempe dan tahu, yang dirugikan adalah petani kedelai. Hal itu membuat petani enggan menanam kedelai karena tidak termotivasi harga. Pada umumnya petani lebih menyukai varietas kedelai yang umur pendek dan bijinya besar. Petani juga tidak biasa menyimpan benih dalam jangka panjang (1 tahun) jadi mereka masih tergantung pada bantuan benih dari pemerintah. Ketika harga kedelai impor naik, yang menjerit pengrajin tempe dan tahu. Petani kedelai memiliki peluang untuk meningkatkan produksinya. Di sisi lain, disitribusi kedelai lokal juga buruk sehingga kurang mencukupi pasokan bahan baku bagi pengrajin tahu tempe.

Ketahanan pangan merupakan konsep yang dinamis dalam arti dapat di gunakan untuk mengkukur secara lagsung kualitas sumber daya dengan cara mengatur kecukupan pangan dan gizinya karena sifat kedelai sangat ekonomis dan dinamis. Konsep ini dapat di lihat dari segi individual maupun kelompok, konsep ini mengacu pada suatu keadaan yang dapat menjamin setiap individu dimanapun, kapanpun untuk memperoleh pangan agar dapat mempertahankan hidup sehat sedangkan konsep ketahanan pangan ini sendiri adanya kecupan gizi atau pangan di tingkat nasional dari waktu ke waktu, banyak sekali manfaat kedelai untuk kesehatan terutama untuk daya tahan tulang kita.  mari kita lihat sebagai besar manfaat kedelai yang sangat kaya gizinya antara lain kedelai ini sebagai bahan utama membuat tempe yang sangat di gemari dari anak kecil sampai orang dewasa, bukan hanya bahan pokok tempe tetapi juga sebagai susu kedelai yang rendah lemak tetapi kaya nutrisi sehingga susu ini sangat di sukai oleh banyak orang termasuk presiden kita,tetapi sekarang di jaman modern ini pemerintah kita lebih memilih mengekspor dari Negara tetangga seperti argentina, cina, amerika serikat dan india.  sehingga banyak petani di Negara kita merasa di rugikan oleh system ini, karna pendapatan mereka menurun 50%,

kedelai sebagai komoditas pangan yang strategis, mungkin terlalu beresiko bila diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, pertimbangan pokoknya adalah memegang peranan yang sangat kuat dalam menu pangan penduduk, kedelai berperan sebagai sumber nabati yang penting dalam rangka peningkatan gizi masyarakat karena selain aman bagi kesehatan juga relative murah di bandingkan sumber protein nabati  selain itu kedelai sangat mempunyai kandungan social ekonomi, psikologis dan politis cukup tinggi adanya gejolak seperti berkurangnya pasokan yang di ikuti dengan lonjakan harga akan membuat susah banyak orang, bukan hanya perajin tahu dan tempe terancam bergulung tikar. Krisis  kedelai seperti krisis komoditas pangan lain sebenarnya akumulasi dari tidak adanya kesungguhan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dari ancaman globalisasi terdapat dua pilihan antara lain pencapaian bersewesembaada artinya memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri minimal tergantung pada perdagangan luar negeri, lalu yang kedua pencapaian kemandirian dalam pangan yaitu berusaha menyediakan minimal pangan yaitu berusaha menyediakan minimal pangan perkapita untuk melindungi dari ketergantungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses terhadap pangan.Persoalan kedelai di indonesia ini di masa mendatang, harus diarahkan ke swasembada, ketergantungan  yqng semakin besar besar yang sangat membahayakan karena sangat mengganggu kesatbilan social, ekonomi, maupun politik, terutama kedelai dunia sangat mahal akibat stok menurun seperti yang dialami di indonesia ini.

 

KESIMPULAN

Ketergantungan di indonesia pada impor kedelai yang semakin meningkat baik volume maupun nilainya, sangat membahayakan terhadap ketahanan pangan nasional. Bukti empiris adanya lonjakan harga kedelai di atas ambang batas psikologis telah membuat susah banyak orang karena adanya “multiplier effect” dari adanya gejolak ini, adanya impor kedelai yang sebenarnya dapat di produksi petani dalam negeri, membuat turunnya semangat petani untuk meningkatkan produksi. Peningkatkan produksi kedelai dalam negeri menjadi amad penting guna meperkuat ketahanan pangan , terus merosotnya produksi kedelai dalam negeri dengan konsekuensi mengimpor kedelai dalam jumlah yang sangat besar telah mengancam ketahanan pangan nasional, di perlukan peluasan areal yang di sertai peningkatan produktivitas (terutama mengatasi senjang hasil antara petani dengan hasil riset), stabilitas hasil, pengurangan kehilangan hasil panen dan pasca panen, upaya lain di perlukan mendapat prioritas adalah perbaikan infrastruktur dan mengefektifkan kerja penyuluhan yang dikaikan dengan  penelitian serta melibatkan pihak swasta untuk menjalin kemitraan dengan petani atau kelompok tani yang di dukung oleh kebijakan makro yang kondusif langkah ini sangat pnting untuk tingkat pertumbuhan penduduk dengan menggencarkan kembali program awal.

Di tinjau dari semangat unruk membangun perekonomian indonesia dengan kekuatan sendiri, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan itu sendiri, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri hal ini sejalan dengan dengan catatan historis keberadaan dan kelangsungan masyarakat indonesia karena kedelai bagi bangsa indonesia bukan semata-mata sebagai komoditas bernilai ekonomi juga sekaligus mengandung nilai social , maupun politik. Dalam hal ini indonesia tidak perlu memperluas dan memperdalam liberalism perdagangan pangan terutama untuk melindungi petani dari pesaingan yang tidak adil dalam perdagangan kedelai di Negara kita,

Inilah sedikit  gambaran yang terjadi di Negara kita terhadap bahan pangan yang sangat tinggi protein, kenapa pemerintah harus mengimpor kedelai dari Negara-negara di keliling Negara kita, kenapa pemerintah kita tidak menghargai hasil bumi dari Negara kita, bagamana Negara kita mau maju kalo pemerintah harus begini saja, inilah yang harus di perhatikan oleh kita semua terutama pejabat tinggi yang hanya mengandalkan uang tidak memikirkan masyarakatnya inilah pertanyaan yang harus mereka jawab dan di pikirkan secara matang-matang agar nasib bangsa Indonesia tidak mengalami kemunduran atau yang sering kita dengar dengan kemiskinan, cukup sekian dan terima kasih dari saya pribadi dengan adanya makalah ini,, saya jadi mengetahui betapa beratnya kehidupan para petani yang di Negara ini agar kita semua memahami perekonomian di Negara kita..

 

 

Created by

Rahayu sri

15209853