Di depan rumahku, aku punya tanaman yang menurutku cukup langka, karena jarang orang menanam tanaman ini, yaitu Wijayakusuma. Seperti apakah wijayakusuma itu dan ada apa dengan Wijayakusuma ini, akan saya coba untuk menceritakan dengan beberapa referensi yang bisa saya dapatkan.

Wijayakusuma atau juga ada yang menyebut Wijaya kusuma adalah tanaman berjenis kaktus dengan nama latin Epiphyllum anguliger. Ciri khas tanaman ini yang tidak dimiliki oleh tanaman lain adalah pada bunganya yang mekar dalam waktu yang singkat, yaitu hanya pada malam hari (puncak bunga mekar terjadi sekitar pukul 12 malam) dan mengeluarkan bau yang harum, dan setelah mekar, bunga tersebut langsung layu. Jadi jangan berharap akan dapat menyaksikan indahnya bunga Wijayakusuma di pagi hari, karena yang terlihat hanyalah bunga yang telah layu.

Hal lain yang membedakan tanaman Wijayakusuma dengan tanaman jenis kaktus ini adalah pada duri, karena tanaman Wijayakusuma ini tidak memiliki duri seperti jenis tanaman kaktus pada umumnya. Selain itu batang dari tanaman ini berasal dari daun yang telah tua (biasanya berubah warna menjadi cokelat) setelah sebelumnya pada lekukan-lekukan daun tersebut ditumbuhi dengan tunas-tunas baru yang kelak menjadi daun baru berwarna hijau dan bunga.

Bunga Wijayakusuma dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah sedang sampai tropis, tapi sebaiknya jangan diletakkan di tempat yang terlalu panas.

Wijayakusuma juga mempunyai khasiat sebagai obat luka, bagian yang digunakan untuk mengobati luka tersebut adalah bagian daun. Daun Wijayakusuma ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang luka dan ditutup dengan perban.

Musim begini ternyata musimnya bunga Wijaya Kusuma berkembang, Uniknya bunga ini hanya berkembang di malam hari dan hanya satu malam. Jadi jangan kaget kalau suatu malam jam 12an mencium wangi bunga, kemungkinan wangi bunga ini karena wanginya menyerbak banget dan berkembang seluruhnya pada tengah malam.

Wijayakusuma bahasa latinnya Epiphyllum anguliger di Inggris suka dibilang Queen of The Night atau  The *huge* night-bloom flowers karena kalau sudah mekar sempurna bisa diameternya bisa sebesar kepalan tangan orang dewasa. Tanaman ini termasuk jenis kaktus yang subur di daerah sedang sampai tropis. Saya sendiri baru tahu kalau bunga ini termasuk family kaktus, karena tampilannya beda dengan kaktus yang kita kenal selama ini. Sekilas tanaman ini membentuk rumpun, dengan batang yang terbentuk dari helaian daunnya yang mengeras, daunnya pipih, permukaannya halus tidak berduri seperti kaktus lain, dengan cabang yang banyak, bunganya keluar dari sisi daunnya seperti tunas baru. Tangkai bunga dan kelopaknya berwarna merah, bunganya berwarna putih dengan putik berwarna kuning.


Rasanya ketika saya kecil, sulit sekali mengembang biakkan bunga ini dan saat berkembang, benar-benar jd momen yang berharga. Dulu tanaman ini ditanam di pojok samping rumah dekat dengan tembok dan kalau berbunga hanya satu kuntum. Sekarang kok rasanya mudah mengembangbiakkan tanaman ini dengan bunga banyak.

Dan sekarang ada Wijayakusuma mini yang batang/tangkai daun dan daunnya lebih kecil, bunganyapun kecil sekitar ¼ dari bunga normalnya. Tapi wanginya tidak semerbak bunga normalnya.

Kemarin tetangga saya “panen” wijayakusuma, malam I sekitar 5 kuntum yang mekar, malam II sekitar 40 kuntum dan malam III sekitar 10 kuntum, kalau diliat-liat tetangga saya ini memiliki 3-4 rumpun wijaya kusuma. Di rumah malam itu wijayakusuma juga mekar tapi berhubungan ditanam di pot jadinya hanya 1 kuntum yang mekar.

Beberapa hari kemudian di rumah baru “panen” Wijayakusuma yang mini, dalam pot 1 malam I ada 5 kuntum dan malam II ada sekitar 30 kuntum yang mekar. Pot 2 malam I cuma 3 kuntum, malam II sekitar 15 kuntum, maka tidak heran kalau biasanya tidak begitu wangi tapi dengan bunga yang banyak wanginya sama dengan 1 kuntum bunga normal.

Kalau mau beli tanaman ini banyak di tukang tanaman pinggir jalan, tapi saya jarang menemui Wijayakusuma normal yang dijual, sekarang memang lagi ngetrend yang mini, kalau engga salah satu pot Rp. 50.000,- , kalau yang mini mungkin lebih baik tetap di pot hanya tanaman ini lumayan cepat “beranak” jd kalau dirasa sudah kepenuhan atau ingin memperbanyak dipecah aja. Tanaman ini suka ditempat yang tidak terlalu panas, diteras rumah yang tidak terkena matahari langsung suka banget dia. Atau di bawah pohon besar. Pada intinya dia suka panas tapi tidak sepanjang hari.