Tugas Sebelumnya: Mengerjakan Jurnal sendiri di mulai dari Bab I Pendahuluan. Sekarang saya akan Melanjutkanya pada Bab II Landasan Teori Sebelum membaca Bab II Landasan Teori yang di buat saya

Berikut Jurnal Ilmiah  yang telah saya buat.

Jurnal Ilmiah

Tema : STRATEGI MENCAPAI  KEPUASAN  PELANGGAN PADA COFFE SHOP

 Judul : STARBUCKS STRATEGY, PLEASURE IS EVERYWHERE

 Nama pengarang : Meuthia Zalfyanka

 Tahun : 2011

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Teori dan Konsep Dasar

1.2 perkembangan COFFE SHOP

Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita.Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya hidup tersendiri. Starbucks merupakan kedai kopi yang sangat terkenal di dunia. Jumlah kedai Starbucks telai mencapai lebih dari sepuluh ribu gerai kedai kopi yang tersebar diseluruh dunia pula mengedepankan kesenangan para pelanggan melaui service dan atmosfer tempat yang nyaman. Tidak hanya itu, Starbucks juga sangat menjaga kepuasan para pelanggannya. Banyak orang di dunia tidak terkecuali Indonesia telah menjadi penggemar setia brand yang sudah ada sejak tahun 1990 an ini dan tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang demi segelas kopi nikmat dari Starbucks setiap harinya.  Oleh karenanya tidak heran kalau Starbucks telah menjadi yang terdepan dalam bidangnya

1.2 Pengaruh Financial benefits,social bnefits, dan structural ties terhadap Behavioral intentions

Dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki,seperti  halnya kualitas produk , lokasi strategis, dan image positif, akhirnya Café mulai berkembang , meskipun terkadang mengalami fluktuasi dalam penjualan Secara teoritis, berdasarkan pendapat yang dipaparkan tersebut, menunujukkan bahwa penurunan behavioral intentions yang sangat dimungkinkan memicu penurunan volume penjualan yang terjadi di Dome Café di sebabkan karena factor financial benefits, social benefits, dan structural ties. Untuk itu, maka identifikasi terhadap tiga factor yang disebutkan layak untuk diungkapkan. apapun penyebab terjadinya penurunan penjualan di Dome Café ini, maka satu hal yang sangat mungkin terjadi yaitu penurunan behavioral intentions konsumen. Menurunnya behavioral intentions ini pada gilirannya juga akan mempengaruhi penurunan minat pembelian konsumen di Dome Café, hal ini berdasarkan pendapat Prayekti (2001:211) yang mengatakan :  “Financial benefits, social benefits , dan structural ties merupakan faktor-faktor pendukung terjadinya interaksi berkelanjutan antara konsumen dan perusahaan . “

1.3 tinjauan riset terdahulu

Menurut survei kecil yang saya lakukan dengan menanyakan beberapa orang mengenai Starbucks dan pesaingnya, menunjukan bahwa hampir semua responden menjawab tetap memilih Starbucks dibandingkan para pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan akan kopi ataupun sekedar tempat untuk bersantai. Hasil survei kecil ini pun menunjukan meskipun para pesaing Starbucks menawarkan produk yang hampir serupa jenisnya, suasana yang dibuat pula serupa (contohnya dengan memberikan sofa dan lainnya), dan bahkan menawarkan dengan harga yang lebih murah tetap saja para responden lebih memilih Starbucks dengan berbagai alasan.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer akan diperoleh dari responden ahli atau pakar. Data diambil melalui wawancara dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber seperti Badan Pusat Statistik (BPS), buku-buku, literatur, dan tesis yang terkait dalam penelitian ini

Kajian mengenai factor Financial benefits, maka pembahasan diarahkan untuk mengindentifikasi harga yang ditawarkan oleh Dome Café dilihat dari berbagai perspektif. Harga yang ditawarkan Dome Café dilihat dari jumlah nominal, juga tidak lebih rendah dari harga yang ditawarkan oleh pesaing, seperti halnya Exelso,Starbucks,Coffe Bean, dan Nandos. Harga yang ditawarkan oleh Dome Café untuk sandwich = Rp 22.500 per porsi, spaghetti = Rp 27.000 per porsi, steak = diatas Rp 30.000, salad = Rp 7.500-10.000, dan Coffe = Rp 10.000- Rp 15000.

  •  Pengembangan Hipotesis

Berdasarkan tinjauan dari riset terdahulu, Dapat di kemukakan Hipotesis berikut ini.

  1. para pesaing Starbucks menawarkan produk yang hampir serupa jenisnya
  2. kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi
  3. Atribut dengan tingkat kinerja terendah dapat dilihat pada atribut ketersediaan wifi
  4. sudah terkenal di kalangan masyarakat

 

>> tugas ini di berikan oleh http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/prihantoro/ <<

 

Nama     : Rahayu sri

kelas       : 3ea13

Npm        : 15209853